Gunung Marapi

Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat meletus

Gunung Marapi Setidaknya 22 orang ditemukan meninggal dunia karena berada di sekitar gunung berapi tersebut saat kejadian. Pihak berwenang memperkirakan jumlah tersebut dapat bertambah. Seorang ahli juga menduga ada kelalaian yang mengakibatkan meninggalnya pendaki, karena status Marapi telah waspada sejak 2011, sehingga pendakian seharusnya tidak diperbolehkan. Berdasarkan data pendakian, ada 75 orang yang datang ke Marapi pada Minggu.

Hingga Rabu, Badan Pencarian dan Pertolongan di provinsi tersebut menyatakan bahwa 75 orang selamat, 1 orang masih hilang, dan 22 orang ditemukan meninggal dunia. Beberapa korban selamat menderita luka bakar. Fakta Menarik tentang Raja Musik Pop. Fakta Menarik tentang Raja Musik Pop. Selengkapnya Namun ada kemungkinan orang lain mendaki dari jalur tidak resmi, sehingga jumlah korban dapat bertambah. Tim Pencarian dan Pertolongan telah meminta masyarakat untuk memberitahukan kepada pihak berwenang jika anggota keluarga mereka hilang saat mendaki. Salah satu korban, Yasilir Amri, adalah pendaki wanita yang mengirim video kepada ibunya sebelum ia meninggal. Video yang kini viral itu memperlihatkan Yasilir tampak kelelahan sementara wajah dan sekitarnya tertutup abu vulkanik.

Beberapa korban letusan adalah mahasiswa Politeknik Negeri Padang. Sebanyak 14 mahasiswa mendaki pada hari Minggu, tetapi hanya enam yang selamat.Salah satu mahasiswa, Wahlul Ade Putra, sedang mendaki bersama ibunya, keduanya tewas dalam tragedi itu. Direktur Politeknik Negeri Padang, Surfa Yondri, telah secara resmi menyampaikan belasungkawa.

Nama Gunung Marapi mirip dengan Gunung Merapi, tetapi kedua gunung itu berbeda. Yang terakhir terletak di Pulau Jawa, di antara Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta.